Prolog
Siapa sih yang nggak kenal sama namanya Jino, mahasiswa kampus cemara yang punya kategori
Tau nggak..? Jino itu terkenal man! Dari yang jualan warkop disekeliling kampus sampe tukang becak semuanya kenal, apalagi golongan esekutif kampus, misalnya nih Dosen, Pegawai, Karyawan sampe Kuli kampus tambah kenal sekali, nggak percaya buktiin aja..! karena tuh anak suka banget ngelabain orang orang yang nggak punya dosa. Pernah ada temennya Jino yang nyariin dia dikampus lalu tanya kepada Kuli kampus
“Mas kenal Jino”
“Oh anak yang rambutnya kriwul itu toh yang badannya nyamaiin ban serepnya truk itu.” Jawab kuli
Temennya Jino langsung cekikikan mendengar jawaban kuli kampus tadi. Kalau gitu berarti Jino terkenal, karena dia emang punya kelebihan yang kelebihanya nggak dipunyai orang lain pada taukan kelebihanya apa..? yaitu kelebihan berat badan! Hi.hi.hi
Ada yang lebih penting dari itu, Jino sangat hebat sekali dalam bergaul ama cewek-cewek kampus cemara buktinya dari yang lapis atas sampe lapis bawah semuanya kenal, karena dia fungky banget kalau dilihat dengan mata telanjang, pokoknya Jino mempunyai ciri-ciri khusus yang nggak bisa ditiru sama anak lain, contohnya aja; dari rambutnya yang kribo dengan diikuti wajahnya yang bulat seperti onde-onde dan badannya segede bak tandon air, iya! itulah fisik Jino yang tidak terlalu pasaran dalam lingkungan kampus cemara. Untung Jino nggak hitam mungkin kalau hitam waaah!!! bisa-bisa dipanggil “Orang,Apa? jin genderuwo” ih syerem banget gitu loh, Lagian Jino kalau jalan pasti perutnya mendellongok kedepan, gampang kok cari ciri-ciri dia.
Jangan salah sangka dulu, dia nggak jelek-jelek amat kok! Dari jauh sih kayak John lennon tapi kalau dideketin mirip Doraemon. Hi.hi.hi. Jino mempunyai karakter beda ama temen-temennya dia baik, sopan, low profile, kadang dia juga jadi pahlawannya anak-anak yang lagi putus cinta.
Kenyataannya sekarang Jino, anak semester
Tapi kalo masalah cinta tuh anak apes banget, dia mengejar cewek anak semester satu, Namanya Fela, dia cantik pinter kaya dan punya segala – galanya. Jino hanya bisa mengharap cinta yang nggak mungkin, Jino hanya bisa berharap meskipun cintanya hanya bertepuk sebelah tangan, meski kenyataannya sangat menyakitkan.


